Rabu, 03 Desember 2014

Contoh laporan prakerin

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan iptek menuntut siswa untuk menyiapkan diri menghadapinya, tidak hanya berupa teori semata tetapi juga aplikasinya dalam dunia kerja secara nyata. Pengetahuan yang di dapat di bangku praktik akan menjadi kurang bermanfaat jika tidak disertai dengan suatu pengalaman aplikatif yang dapat memberikan gambaran kepada siswa tentang dunia kerja secara nyata juga penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang elektronika yang ditekuninya. Praktik kerja lapangan sebagai salah satu mata praktik wajib pada jurusan Teknik ElektronikaSMK Negeri 2 Garut dapat memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk dapat menerapkan ilmunya dan memperoleh pengalaman dunia kerja pada perusahaan atau instansi yang dipilih sebagai sebagai tempat kerja praktek. Sebagai tempat kerja praktek dipilih PT. Radio Antares yang berlokasi di kota Garut, Jawa Barat. PT. Radio Antares merupakan usaha milik swasta yang bertugas melayani masyarakat daerah garut dan sekirtarnya. Peran perusahaan sebagai industri strategis dan vital dalam memenuhi kebutuhan energi yang bisa bersaing dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri, terus menerus diusahakan seiring dengan pemenuhan akan layanan kepada masyarakat secara baik dan professional. Hal tersebut di atas juga diiringi dengan tuntutan untuk memperoleh sertifikasi.Dunia kerja seringkali dirasakan oleh siswa sebagai suatu yang asing karena dinamika problematikanya yang sangat kompleks bila dibandingkan dengan dunia sekolahatau pendidikan. Apalagi ditambah dengan semakin ketatnya persaingan dalam memasuki dunia kerja, maka siswa sangat diperlukan bekal wawasan dan pengetahuan memasuki dunia kerja, maka bagi siswa sangat diperlukan bekal berupa wawasan dan pengetahuan untuk memasuki dunia kerja. Sehingga diharapkan dengan adanya Kerja Praktek ini, siswa tidak hanya mengetahui teorinya saja tetapi juga mengetahui prakteknya secara langsung.   1.2 Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin) Prakerin pada dasarnya merupakan kegiatan intrakurikuler, harus dilaksanakan oleh setiap peserta diklat secara individu. Dengan pengaturan organisasian pola penyelenggaraan pendidikan SMK perlu membentuk proses kegiatan atau seluruh komponen keahlian dan kejuruan dalam bentuk latihan kerj didunia kerja. Meningkatkan pemahaman dan pemantapan serta mengembangkan peserta diklat yang di dapat disekolah dan menerapkan di dunia usaha. Meningkatkan keterampilan berupa penguasaan kemampuan professional kejuruan peserta diklat. 1.3 Tujuan Pembuatan Laporan 1. Bukti secara tertulis telah melaksanakan praktik di Industri. 2. Untuk mendapatkan nilai praktik Industri. 3. Sebagai salah satu bentuk untuk memenuhi nilai semester 5 dan 6. 4. Melatih siswa agar dapat mengetahui, memahami, menganalisis, dan membandingkan aplikasi teori dasar-dasar teknik elektronika dalam kehidupan nyata di Industri. 5. Meningkatkan dan memantapkan pengetahuan serta keterampilan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. 6. Mengetahui proses Proses kerja radio. 1.4 Batasan Masalah Dalam laporan pelaksanaan Prakerin ini penulis hanya membahas tentang Cara Kerjadan Istalasai Radio Pemancar karena memang hanya itu yang diajarkan pada waktu peraktek dalam penulisan laporan ini penulis ingin memberikan suatu gambaran kepada pembaca tentang Radio Pemancar. 1.5 Pembahasan Ruang Lingkup Karena keterbatasan ilmu, wawasan dan waktu yang penulisan laporan praktik industri ini, penulis membatasi hanya pada pembahasan mengenai sistem PT. Radio Antares secara umum. BAB II PROFIL PT. Radio Antares 2.1 Tinjauan Umum PT.Radio atau yang lebih dikenal dengan nama Antares FM adalah sebuah stasiun radio di Garut yang dapat menjadi trendsetter positif bagi masyarakat menengah ke bawah untuk mengekpresikan kreatifitas mereka. PT. Radio Antares berkantor di Jalan Merdeka No.92 A,Garut.Antares FM mempunyai jaringan di Garut dengan frekuensi 98,6 MHz. 2.1.1 Sejarah PT. Radio Antares Sebagai sebuah lembaga penyiaran, radio antares yang semula bernama Radio HANURA (HatiNurani Rakyat) hanyalah merupakan alat perjuangan rakyat yang menghedaki terjadinya perubahan dimasa orde lama. Para penggagas Radio HANURA memandang bahwa kondisi saat itu keberadaan siaran radio sangat di butuhkan untuk menumbuhkan semangat perjuangan rakyat dalam rangka menuju perubahan kondisi social politik ekonomi bangsa Indonesia.Namun begitu, peraturan pemerintah no 55 tahun 1970 dan surat keputusan menteri perhubungan NO. SK 25/T/1971 telah mengantarkan lembaga penyiaran non komersial HANURA ini menjadi radio siaran swasta niaga di Kabupaten Garut dibawah bendera perusahaan PT. Antares BC yang aktanya dibuat dihadapan notaries sementara Aam Warlimah, SH berdasarkan surat keputusan ketua pengadilan negeri Garut tanggal 28 januari 1970 Nomor 93/P/1970 dan untuk pertama kalinya PT. Antares BC Garut ini diumumkan dalam lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 28 tahun 1987. PT. Antares BC Garut secara resmi berdiri pada hari sabtu tanggal 13 maret 1971, didirikan oleh lima orang pengusaha yaitu Anoke Endang, Sukarna Nuryayi Diparana, Anwar Suhaimi, Rochim Rusandi dan Miming Muchjamin. Sesuai akta notaries Aam Warlimah, SH PT. Antares Broadcasting Corporation Garut atau di singkat PT. Antares BC bertujuan menyelenggarakan usaha-usaha dalam bidang radio siaran sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 55 tahun 1970 maupun saat keputusan menteri perhubungan Nomor SK 25/T/1971 tanggal 23 Januari tahun 1971. 2.2 Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan PT. Radio Antares sebagai perusahaan memiliki visi, misi, dan Tujuan yaitu : Visi : Visi Radio Antares FM adalah menjadiperusahaanjasapenyiaran yang terbaikdenganorientasibisnis. Misi : Mengembangkan program siaran radio berkualitas tinggi yang di minati masyarakat Garut, para pengusaha / pemasang iklan serta member konstribusi yang optimal bagi pemegang saham. Maksud dan Tujuan PT Radio Antares : Mengadakan radio siaran untuk usaha-usaha penerangan, pendidikan dan sebagai sarana hiburan yang bersifat komersial.Maka secara khusus dan dengan memperhatikan potensi garut yang representative serta masarakatnya yang produktif, PT. Radio Antares bertekad untuk selalu mengoptimalkan potensi-potensi radio dan senantiasa berperan aktif serta bertanggung jawab dalam penyiaran yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi elektronika. BAB III PELAPORAN 3.1 Konstruksi/ Model Prinsip kerja PT. Radio Antares sebagai radio pemancar adalah Pada dasarnya pesawat pemancar radio yang merupakan rangkaian komponen elektronika seperti: resistor, kondensator, transistor,trafo,ic, dan lain lain. 3.2 Uraian Singkat Radio Pemancar FM 3.2.1 Komputer Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Katacomputer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika. Gambar 3.2.1 Komputer Gambar 3.2.1 Komputer 3.2.2 Penguat akhir (final Amplifier) Bagian penguat akhir merupakan unit rangkaian penguat daya RF efisiensi tinggi, untuk itu sering dan hampir selalu digunakan penguat daya RF tertala kelas C karena menawarkan efisiensi daya hingga “100%”. Bagian akhir dari penguat akhir mutlak dipasang filter untuk menekan harmonisa frekuensi. Gambar 3.1.7 Exiter FM Gambar 3.2.2 Final Amplifier 3.2.3 Feeder (kabel penghubung) Merupakan kabel transmisi khusus frekuensi tinggi yang menghubungkan antara pemancar dan antenna. Kualitas dan redaman kabel sangat berpengaruh terhadap kinerja dan efisiensi dari pemancar. Semakin baik kualitas kabel, maka semakin efisien kinerja pemancar. Gambar 3.2.3Feeder(kabelpenghubung) 3.2.4 Antena Mengubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi gelombang elektromagnetik dan meradiasikannya ke ruang bebas. Jenis antena sangat berpengaruh pada pola radiasi pancaran gelombang elektromagnetik. Gambar 3.2.4Antena 3.2.5 Power Supply (Catu Daya) Catu daya harus mempu mensuplay kebutuhan daya listrik mulai dari tingkat modulator – osilator sampai tingkat penguat akhir daya RF. Pemasangan shelding pada blok pen-catu daya merupakan hal penting untuk sistem pemancar FM, selain itu pemakaian filter galvanis sangat dianjurkan untuk menekan sinyal gangguan pada rangkaian jala-jala dan sebaliknya. Gambar 3.2.5 Power Supply 3.2.6 Microphone suatu alat yang dapat mengubah getaran suara menjadi getaran listrik. Microphone merupakan salah satu sumber pokok dan merupakan input studio rekaman (studio produksi). Karena sangat peka dalam menerima getaran suara, peletakan microphone memerlukan pengaturan yang khusus agar suarasuara yang tidak diperlukan tidak ikut masuk menggetarkan membrane mikropon. Media penghantar getaran listriknya merambat melalui kabel. Gambar 3.2.6 Microphone 3.2.7 Headphone sesuai namanya, ada kata ‘head’ yang berarti kepala, ini adalah tipe yang penggunaannya dipasang di kepala seperti bando. Biasanya memiliki diameter speaker yang besar dan paling nyaman digunakan. Cocok untuk digunakan saat santai di rumah untuk bermain game serta mendengarkan musik dari laptop atau PC, tidak efisien untuk dibawa bepergian. Namun harganya biasanya relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan speaker lain dengan kualitas suara yang sama. Gambar3.2.7 Headphone 3.2.8 Audio Mixer mixer berfungsi sebagai pencampur suara, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier. Gambar 3.2.8 Audio Mixer 3.2.9 Receiver Receiver digunakan untuk menerima sinyal informasi yang dikirimkan oleh Radio Transmitter. Cara kerjanya Gelombang elektromagnetik diterima oleh antena kemudian oleh tuning circuit gelombang yang diperlukan akan dipisahkan atau diseleksi dari gelombang-gelombang lainnya yang tidak diperlukan. Gambar 3.2.9 Receiver 3.2.10 Handphone Handphone atau biasa disebut Telepon Genggam atau yang sering dikenal dengan nama Ponsel merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel Gambar 3.2.10 Handphone 3.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tujuan K3 Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja. Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien. Menjamin proses produksi berjalan lancar. Fokus Pelaksanaan K3 Mencegah Kecelakaan Kerja. Mencegah Penyakit Akibat Kerja. Kecelakaan Kerja Suatu kejadian yang tidak di semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbul kan kerugian harta benda dan korban manusia penyakit kerja Penyakit yang timbul karena hubungan kerja. Ruang Lingkup RUANG LINGKUP UU NO.1 TAHUN 1970 Pelaksanaan UU NO.1 Tahun 1970 ditentukan oleh 3 unsur : 1. Tempat kerja digunakan untuk kegiatan usaha 2. Tenaga kerja melakukan pekerjaan untuk keperluan usaha 3. Sumber bahaya berpotensi sebagai penyebab kecelakaan dan penyakit akibat Tenaga Kerja Tempat Kerja Sumber Bahaya. Tempat Kerja TEMPAT KERJA : 1. Adanya Usaha, baik itu usaha yang bersifat ekonomis maupun usaha sosial 2. Adanya Tenaga Kerja yang bekerja didalamnya baik secara terus menerus maupun hanya sewaktu-waktu 3. Adanya Sumber Bahaya. Pendekatan K3 Utamakan Keaelamatan dan Kesehatan Kerja Hukum Kemanusiaan Ekonomi Philosophy KeilmuanUndang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja Pendekatan K3 . Pendekatan Hukum. K3 merupakan ketentuan perundangan. K3 wajib dilaksanakan. Pelanggaran terhadap K3 dapat dikenakan sangsi pidana (denda/kurungan). Tujuan : Melindungi TK dan orang lain, asset dan lingkungan hidup Pendekatan K3. Pendekatan Kemanusiaan. Kecelakaan menimbulkan penderitaan bagi sikorban/ keluarganya. K3 melindungi pekerja dan masyarakat. K3 bagian dari HAM Pendekatan K3. Pendekatan Ekonomi. K3 mencegah kerugian. Meningkatkan produktivitas. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat menyimpulkan pesatnya perkembangan iptek menuntut siswa untuk menyiapkan diri menghadapinya,dan didapatkn bahwa tidak hanya berupa teori semata tetapi juga aplikasinya dalam dunia kerja secara nyata telah terasa setelah melakukan kegiatan praktik industri. Pengetahuan yang di dapat di industri sangatlah bermanfaat karena dapat memberi gambaran kepada siswa tentang dunia kerja secara nyata, juga penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang elektronika yang ditekuni. 4.2 Saran Sejalan dengan materi yang sudah Penulis pelajari selama melaksanakan kerja praktik diindustri , penulis mempunyai beberapa saran, diantaranya : 4.2.1 Saran Kepada Pihak Perusahaan 1. Penting adanya suatu ketaatan melakukan jadwal maintenence/perawatan terhadap alat-alat sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk bisa menghindari kerusakan mendadak yang tergolong fatal. 2. Pemerataan sumber daya manusia dalam struktur bagian perawatan perlu ditingkatkan agar kinerjanya bisa lebih maksimal. 4.2.2 Saran Kepada Pihak sekolah 1. Pihak sekolah diminta mendatangi pembimmbing di Industri 2. Perlu penambahan kegitan praktik disekolah, dan pasilitas alat praktek ditambah 3. kegiatan praktek harus beragam dan tidak monoton karena hasil praktek disokolah jauh berbeda dengan dunia kerja / industri. DAFTAR PUSTAKA Brosur PT. Radio Antares elektronika-dasar.web.id/ http://perangkatradio.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar